Analisis Teknikal – Chaikin Money Flow

Analisis Teknikal – Chaikin Money Flow

Analisis Teknikal – Chaikin Money Flow

Analisis Teknikal Chaikin Money Flow – Apa itu Osilator Chaikin?

Chaikin Money Flow adalah salah satu metode untuk analisis teknikal. Bisa disebut dengan Aliran Uang Chaikin atau Osilator Chaikin. Osilator Chaikin diciptakan oleh Marc Chaikin. Yang bertujuan untuk mengukur garis akumulasi-distribusi dari MACD.

Osilator Chaikin mengukur momentum Distribusi-Akumulasi menggunakan rumus MACD. Seperti indikator momentum lainnya, indikator ini dirancang untuk mengantisipasi perubahan arah pada Garis Distribusi-Akumulasi dengan mengukur momentum di belakang pergerakan. Perubahan momentum bisa diartikan akan adanya perubahan tren. Mengantisipasi perubahan tren di Jalur Distribusi Akumulasi dapat membantu pembuat grafik mengantisipasi perubahan tren dalam saham yang dianalisisnya. Osilator Chaikin menghasilkan sinyal dengan persilangan di atas/di bawah garis nol atau dengan divergensi bullish/bearish.

 

Analisis Teknikal Chaikin Money Flow – Perhitungan

Untuk menghitung osilator Chaikin, kurangi Exponential Moving Average 10 hari (EMA) dari garis akumulasi-distribusi dari EMA 3 hari dari garis akumulasi-distribusi. Ini mengukur momentum yang diprediksi oleh osilasi di sekitar garis akumulasi-distribusi.

 

Analisis Teknikal Chaikin Money Flow – Pokok Kunci

Indikator Chaikin menerapkan MACD ke garis akumulasi-distribusi daripada ke harga penutupan. Ini adalah indikator teknis osilator untuk melihat tren dan pembalikan.

Jika ada persilangan di atas garis akumulasi-distribusi menunjukkan bahwa pelaku pasar mengumpulkan saham. Biasanya nanti akan bullish.

 

Apa yang Diberitahukan Osilator Chaikin kepada Anda?

Osilator Chaikin adalah alat untuk analis teknis lebih dari hanya analisis fundamental. Yang mempelajari kinerja bisnis perusahaan untuk mengumpulkan informasi tentang arah masa depan harga sahamnya. Analis fundamental percaya bahwa keterampilan yang dibutuhkan untuk meramalkan pasar adalah yang paling memiliki dan menganalisis informasi. Para teknikalis percaya bahwa semua informasi yang diketahui sudah diperhitungkan dalam saham dan bahwa pola naik turunnya harga ekuitas dapat memprediksi pergerakan pasar dengan lebih baik. Analis teknis menggunakan osilator Chaikin untuk menemukan tren arah dan momentum dalam pergerakan harga saham.

Untuk mengetahui bagaimana osilator digunakan, bayangkan Anda berada di sebuah lelang. Di satu sisi ruangan terdapat akumulator atau pembeli. Di sisi lain ruangan terdapat kumpulan distributor atau penjual. Ketika ada lebih banyak penjual di ruangan itu daripada pembeli, harga barang yang dilelang akan turun. Jika jumlah pembeli lebih banyak maka harga barang cenderung naik.

Analis teknis percaya keseimbangan hubungan inilah yang mendorong pasar keuangan. Mereka mengukur keseimbangan antara pembeli dan penjual ini dengan beberapa indikator. termasuk indikator akumulasi-distribusi seperti osilator Chaikin.

 

Contoh Cara Menggunakan Osilator Chaikin

Tujuan dari osilator Chaikin adalah untuk mengidentifikasi momentum yang mendasari selama fluktuasi dalam akumulasi dan distribusi. Secara khusus, ini menerapkan indikator MACD untuk menghitung akumulasi-distribusi. Sebenarnya juga menggunakan harga penutupan. Tapi tidak terlalu banyak.

osilator chaikin

Misalnya, seorang pedagang ingin menentukan apakah harga saham cenderung naik atau turun dan MACD sedang tren lebih tinggi. Osilator Chaikin menghasilkan divergensi bullish ketika melintasi di atas garis dasar. Garis dasar ini disebut garis akumulasi-distribusi. Ketika menemukan persilangan di atas garis, bisa diartikan bahwa pedagang sedang mengumpulkan atau akumulasi. Nanti biasanya bullish.

Osilator Chaikin memakai dua sinyal beli dan jual utama. Pertama, divergensi positif dikonfirmasi dengan persilangan garis tengah di atas garis akumulasi-distribusi, menandakan potensi pembelian. Kedua, divergensi negatif dikonfirmasi dengan persilangan garis tengah di bawah garis akumulasi-distribusi, menandakan potensi penjualan.

Divergensi positif menandakan harga saham kemungkinan akan naik, mengingat peningkatan akumulasi. Divergensi negatif menandakan harga saham kemungkinan akan turun, mengingat peningkatan distribusi.